Langsung ke konten utama

Sistem Operasi

Sistem Operasi


Nama              : I Made Agus Guna Saputra

NIM                : 1805551076

Dosen              : I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.

Mata Kuliah  : Pengantar Sistem Teknologi Informasi

Fakultas         : Teknik

Universitas     : Udayana


Definisi umum dari sistem operasi adalah sebuah perangkat lunak sistem yang mampu mengelola sumber daya (resources) dari software dan hardware agar dapat berjalan dengan baik serta memudahkan proses interaksi dengan pengguna atau user (brainware).

 

Sistem operasi terdiri dari 2 kata, yaitu sistem dan operasi. Sistem merupakan sekumpulan komponen yang saling berkaitan seperti software, hardware, middleware, brainware. Operasi merupakan operasional, bekerja, mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, sesuai instruksi.

 

Jadi, dapat diartikan sistem operasi merupakan sistem yang mengatur operasional sebuah perangkat komputer untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya sekaligus menjadi tatap muka pengguna dengan komputer melalui instruksi yang dijalankan.

 

Fungsi dan Manfaat Sistem Operasi

Beberapa fungsi dari sistem operasi adalah sebagai berikut

1.      Menjalankan fungsionalitas dan operasional dasar dari sebuah komputer atau perangkat. laptop / notebook / smartphone / pc baik yang baru maupun yang bekas tidak dapat digunakan tanpa sistem operasi terinstall di dalamnya.

 

2.      Layer (lapisan) untuk menginstall dan menjalankan software (aplikasi) lainnya.

 

3.      Pengelolaan dan manajemen hardware dan software lainnya pada komputer/perangkat. Tatap muka sistem operasi menyediakan fitur ini.

 

4.      Menjalankan fungsionalitas dan operasional dasar komputer/perangkat pada jaringan komputer. Fungsi operasional tersebut mencakup input/output, memori, procesor, dan lain-lain

 

5.      Memberikan tatap muka (interface) penggunaan komputer/perangkat untuk pengguna. Tatap muka GUI maupun text based (Terminal).

 

6.      Manajemen interaksi (Interoperability) dan koordinasi antar hardware dan software pada komputer/perangkat. Contohnya ketika komputer dihubungkan dengan printer/perangkat lainnya.

 

7.      Optimalisasi fungsi-fungsi pada komputer. Seperti overclock memori, procesor, konfigurasi BIOS, dll.

 

8.      Manajemen hak akses (privillege), pengawasan, dan perlindungan terkait dengan security pada software dan hardware di komputer/perangkat.

 

 

Cara Kerja Sistem Operasi

Sistem operasi komputer memiliki empat tahap cara kerja, yaitu sebagai berikut.

1.      Melakukan manajemen proses. Artinya sistem operasi melakukan penjadwalan, pembuatan file, penghapusan file, dan lain sebagainya.

2.      Sistem operasi komputer hanya bisa bekerja setelah menerima instruksi dari penggunanya. 

3.      Setelah menerima instruksi, kemudian dikelola atau diubah menjadi informasi yang diterima oleh perangkat lunak atau software yang ada di komputer.

4.      Tampilan komputer (hardware) akan berubah beberapa saat setelah sistem operasi memproses instruksi dan menjalankan apa yang diinginkan penggunanya.

 

 

Contoh: 

1.      OS Windows/Linux/Machintos/Free BSD pada komputer atau Android/IoS pada Smartphone yang terinstall pada harddisk/memori internal mereka, maka saat pertama kali dihidupkan, komputer/smartphone/perangkat akan mengenali sistem operasi terlebih dahulu, barulah kemudian ke aplikasi-aplikasi di dalamnya.

2.      Live Linux CD/DVD/USB non persisten yang berjalan di memori. 

3.      Seperti poin 2 namun persistent di mana dapat dilakukan baca tulis dan penyimpanan konfigurasi.

 

Jenis - Jenis Sistem Operasi

Dilihat dari peruntukannya, sistem operasi dapat dibedakan menjadi empat

1.      Sistem operasi server/mainframe. Dikhususkan untuk komputer untuk penyediaan layanan server/mainframe, biasanya didominasi oleh Linux, Free BSD, Solaris, IRIX. 

 

2.      Sistem operasi desktop. Dikhususkan untuk berkomputer sehari-hari, dengan kelengkapan berbagai aplikasi (software) baik office, game, internet, multimedia, dll. Contoh: Windows, Mac OS, Linux dengan berbagai distribusi (distro) seperti Ubuntu, openSUSE, Fedora, Debian, dll beserta turunannya. 

 

3.      Sistem operasi mobile. Dikhususkan untuk perangkat mobile misal pada handphone, smartphone, tablet, pc tablet, sensor, Internet of Things (IoT), dll. Contoh: Android (dari kernel Linux) beserta OS mobile lainnya berbasis kernel Linux, IOS, Symbian, Windows mobile, Palm, Blackberry, Meego, dll. 

 

4.      Sistem operasi Cloud. Pengguna tidak perlu install/konfigurasi/simpan, cukup akses ke URL penyedia layanan (siap pakai). Contoh: https://www.silveos.com/

 

 

Referensi :


[1]        I Putu Agus Eka Pratama, 2021, “PPT Matakuliah Pengantar Sistem Teknologi Informasi  Pertemuan 5”.

 

Komentar