Langsung ke konten utama

Network Centric Principles : SDN (Software Defined Networking) Lanjutan

  Network Centric Principles : SDN (Software Defined Networking) Lanjutan

 

Nama              : I Made Agus Guna Saputra

NIM                : 1805551076

Dosen              : I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.

Mata Kuliah  : Network Centric Principles

Fakultas         : Teknik

Universitas     : Udayana


1.                  Software Defined Networking (SDN)

Perkuliahan Network Centric Principles pada pertemuan kelima ini akan membahas lebih detail mengenai SDN (Software Defined Networking), yang dimana pada petemuan sebelumnya sudah sedikit membahasa mengenai SDN. Sebelumnya sudah membahas mengenai definisi Software Defined Networking (SDN), perbedaannya dengan Traditional Networking, sekarang disini akan lebih detail membahas mengenai SDN dalam bentuk virtualisasinya dan apa itu tentang Hypervisor serta praktek dengan menggunakan mininet dalam sebuah system operasi LINUX.

2.                  Virtualisasi

Virtualisasi merupakan sebuah sistem yang dibuat dalam bentuk maya (virtual) dari suatu sumber daya (resource) sehingga pada satu sumber daya fisik dapat dijalankan atau disimpan beberapa sumber daya maya sekaligus, dengan syarat unjuk kerja masing-masing sumber daya maya itu tidak berbeda signifkan dengan sumber daya fisiknya.

Kemampuan dari virtualisasi ini didayagunakan dengan menjalankan atau menyimpan beberapa sumber daya maya (tergantung pada kemampuan dan kapasitas sumber daya tersebut dan beban kerjanya) sehingga dapat menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi. Virtualisasi dapat dilakukan pada sistem operasi, media penyimpanan, aplikasi, hardware, jaringan, dan layanan di jaringan.

3.                  Hypervisor

Dalam membuat suatu system virtualisasi diperlukan sebuah system tambahan yaitu bernama Hypervisor. Yang dimana Hypervisor tersebut merupakan menambahkan satu bagian (layer) perangkat lunak (software) dalam membangun sebuah virtualisasi. Hypervisor berfungsi sebagai Virtual Machine Manager (VMM) yang merupakan suatu bagian yang melakukan abstraksi dari perangkat keras fisik menjadi perangkat keras virtual dalam rangka mendistribusikan beban kerja dari semua mesin virtual (VM) ke masing-masing perangkat keras secara proporsional.

Gambar diatas merupakan proses virtualisasi yang dilakukan pada prosesor x86 (32 bit) yang dimana awalnya proses ini dianggap sangat sulit karena memiliki arsitektur seperti pada gambar tersebut. Prosesor x86 membagi tingkatan akses menjadi 4 tingkat yang dinamai Ring 0, 1, 2, dan 3. Ring 0 adalah satu-satunya tingkatan yang memungkinkan dijalankannya perintah-perintah untuk mengakses memori atau perangkat keras lainnya secara langsung.

Ring yang lain tidak dapat menjalankan perintah-perintah untuk mengakses memori dan perangkat keras secara langsung. Software yang dijalankan pada Ring 1, 2, dan 3 dibatasi aksesnya ke hardware untuk alasan keamanan sistem yang ketat. Akses hardware dari Ring selain Ring 0 akan diseleksi terlebih dahulu dan apabila diijinkan akan didelegasikan melalui Ring 0 dengan mendapatkan pengawalan yang sangat ketat.

Idealnya virtualisasi dapat dilakukan dengan mudah dengan cara menempatkan hypervisor pada Ring 0 dan OS minimal di Ring 1. Akan tetapi OS perlu mengakses memori dan perangkat keras lainnya secara langsung. Dalam kondisi biasa OS menempati Ring 0 dan tidak ada masalah. Bila OS harus digeser ke Ring 1 maka timbul masalah akses. Sehingga tantangan terbesar virtualisasi dalam keluarga komputer yang berarsitektur x86 (32 bit) adalah bagaimana membuat sebuah hypervisor yang dapat dijalankan di Ring 0 akan tetapi tidak menghalangi akses dari OS yang digeser dari Ring 0 ke Ring 1.

4.                  Praktek Simulasi Mininet Menggunakan OS Linux Ubuntu 18.04

Berikut merupakan suatu proses praktek simulasi mininet dalam system operasi linux yaitu Ubuntu, adalah sebagai berikut. Pertama install mininet pada linux dengan mengetikkan perintah “sudo apt-get install mininet”.

Jika sudah selesai akan muncul tampilan seperti diatas, selanjutnya jalankan suatu perintah yang digunakan untuk membuat suatu topologi dengan 3 host tanpa terhubung ke controller, dengan mengetikkan perintah “sudo mn –mac –topo single,3 –switch ovsk –controller= remote”. Berikut merupakan tampilan dari terminal linux.

Selanjutnya untuk melihat semua host atau interface network yang tersedia dapat menggunakan perintah "net”. Berikut merupakan tampilan dari terminal linux.

Dan untuk melihat semua informasi node pada setiap interface network yang ada dengan mengetikkan “dump”. Berikut merupakan tampilan dari terminal linux.

Terakhir untuk keluar dari mininet digunakan dengan mengetikkan perintah “quit”. Berikut merupakan tampilan dari terminal linux.


Referensi :

[1]        I Putu Agus Eka Pratama, 2021, “PPT Matakuliah Network Centric Principles Pertemuan 5 : SDN (lanjut)”.


Komentar