Security dan Security Management Pada NOS
Nama : I
Made Agus Guna Saputra
NIM : 1805551076
Nama
Mata Kuliah : Network Operating System
Nama Dosen : I Putu Agus Eka Pratama,
S.T., M.T
Jurusan : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Universitas Udayana
Pengertian Keamanan Jaringan
Keamanan jaringan
didefinisikan sebagai sebuah perlindungan dari sumber daya terhadap upaya
modifikasi, utilisasi, pelarangan dan perusakan oleh seseorang yang tidak
diijinkan. Beberapa insinyur jaringan mengatakan bahwa hanya ada satu cara
mudah dan ampuh untuk mewujudkan sistem jaringan komputer yang aman yaitu
dengan menggunakan pemisah antara komputer dengan jaringan selebar satu inci,
dengan kata lain, hanya komputer yang tidak terhubung ke jaringanlah yang
mempunyai keamanan yang sempurna. Meskipun ini adalah solusi yang buruk, tetapi
ini menjadi pertimbangan fungsionalitas dan mengatasi gangguan. Tujuan utama
dengan adanya keamanan jaringan ini adalah untuk membatasi akses informasi dan
sumber daya hanya untuk pemakai yang memiliki hak akses.
Prinsip Keamanan Jaringan
Prinsip keamanan jaringan
sangat perlu dipahami maka dari itu berikut ini saya akan memaparkan beberapa
prinsip keamanan jaringan.
1. Kerahasiaan.
Berhubungan dengan hak
akses untuk membaca data atau informasi dan suatu sistem komputer. Dalam hal
ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi
hanya dapat dibaca oleh pihak yang telah diberi hak akses.
2. Integritas.
Berhubungan dengan hak
akses untuk mengubah data atau informasi dari suatu sistem komputer. Dalam hal
ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi
hanya dapat diubah oleh pihak yang telah diberi hak akses.
3. Ketersediaan.
Berhubungan dengan
ketersediaan data atau informasi pada saat yang dibutuhkan. Dalam hal ini suatu
sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi yang
terdapat pada sistem komputer dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pihak yang
berhak.
4. Autentikasi
Aspek ini berhubungan
dengan metode untuk menyatakan bahwa informasi benar-benar asli, orang yang
mengakses atau memberikan informasi adalah benar-benar orang yang dimaksud,
atau server yang kita hubungi adalah benar-benar server yang asli.
Untuk membuktikan
keaslian dokumen dapat dilakukan dengan teknologi watermarking dan digital
signature. Sedangkan untuk menguji keaslian orang atau server yang dimaksud
bisa dilakukan dengan menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang),
dan sejenisnya.
5. Akses Kontrol.
Merupakan fitur-fitur
keamanan yang mengontrol bagaimana user dan sistem berkomunikasi dan
berinteraksi dengan sistem dan sumberdaya yang lainnya. Akses kontrol
melindungi sistem dan sumber daya dari akses yang tidak berhak dan umumnya
menentukan tingkat otorisasi setelah prosedur otentikasi berhasil dilengkapi.
Bentuk-bentuk Ancaman
Keamanan Jaringan
1. DOS (Denial of Service)
Merupakan jenis serangan
terhadap server pada suatu jaringan dengan metode menghabiskan resource yang
dimiliki server sampai server tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya untuk
memberikan akses layananya. Ada beberapa cara yang biasanya dilakukan attacker
yaitu sebagai berikut.
- Dengan cara membanjiri
trafik dengan banyak data sehingga data dari host yang terdaftar tidak dapat
masuk kedalam sistem
- Dengan cara membanjiri trafik dengan banyaknya request terhadap server sehingga request dari host yang terdaftar tidak dapat dilayani oleh server
- Mengganggu komunikasi antara server dengan host yang terdaftar dengan berbagai cara seperti salah satunya bisa dengan mengubah informasi konfigurasi sistem
Sedikit berbeda dengan
DOS, DDoS adalah jenis serangan DOS yang menggunakan banyak host sekaligus
untuk menyerang satu server sehingga dapat mengakibatkan server tidak dapat
berfungsi bagi klien.
2. Packet Sniffing
Paket Sniffing merupakan
teknik pencurian data dengan cara memonitoring dan menganalisis setiap paket
data yang ditransmisikan dari klien ke server. biasanya attacker melakukan
serangan ini menggunakan tools wireshark dan netcut untuk mencuri password dan
pengambilan data-data penting lainya. Berikut merupakan tahap-tahap cara kerja
paket sniffing
- Collecting, merubah
interface yang digunakan menjadi promicius code dan kemudian mengelompokan
paket data yang lewat melalui jaringan dalam bentuk raw binary
- Conversion, mengkonveriskan data binary kedalam data yang mudah dibaca/dipahami
- Analysis, setelah itu data diklasifikasikan kedalam blok protokol sesuai dengan sumber data tersebut
- Pencurian Data, Setelah data dikasifikasikan, maka attacker dapat mencuri datanya
3. DNS Poisoning
Merupakan Jenis serangan
dengan cara memberikan informasi IP address yang palsu untuk mengalihkan trafik
pada paket data dari tujuan yang sebenarnya. biasanya cara ini dipakai attacker
untuk menyerang situs-situs ecommerce dan banking.
4. SQL Injection
Sebuah Teknik serangan
yang memanfaatkan celah keamanan dimana website mengijinkan user untuk
menginput data tetapi tanpa adanya filter terhadap malicious character sehingga
attacker bisa mendapatkan akses kedalam basis data sebuah aplikasi. inputan
tersebut biasanya dimasukan kedalam bagian-bagian tertentu pada website yang
berhubungan dengan database dari situs tersebut. attacker biasanya memasukan
data link yang mengarahkan korban menuju website yang digunakan attacker untuk
mengambil informasi/data pribadi dari korban.
5. Trojan Horse
Merupakan salah satu
jenis Malicious software/malware yang dapat merusak sebuah sistem. Trojan ini
dapat digunakan untuk memperoleh informasi dari target seperti password, system
log dll, dan dapat memperoleh hak akses dari target. Trojan merupakan software
yang berbeda dengan virus atau worm karena trojan ini bersifat stealth dalam
beroperasi dan seolah-olah seperti program biasa yang tidak mencurigakan dan
trojan juga bisa dikendalikan dari komputer lain (attacker).
6. Spoofing
Teknik serangan yang
dilakukan attacker dengan cara memalsukan data sehingga attacker dapat terlihat
seperti host yang dapat dipercaya. Terdapat 3 jenis spoofing, yaitu:
- IP spoofing adalah teknik
yang digunakan dengan cara memalsukan source IP address sehingga ip address
aslinya tidak dapat dilacak ketika pengiriman paket
- DNS Spoofing adalah teknik yang digunakan untuk mengambil alih DNS server sehingga DNS dan IP address sebuah situs akan dialihkan ke server sang pelaku
- Identity Spoofing adalah teknik penyusupan menggunakan identitas secara resmi untuk mengakses segala sesuatu dalam jaringan secara illegal
SELinux
SELinux merupakan
kependekan dari Security Enhanced Linux. Dari kepanjangannya kita dapat
mengetahui bahwa SELinux ini merupakan peningkatan keamanan dari security
system yang ada di Linux. SELinux pertama kali dikenalkan pada distro Fedora
Core 2, kemudian digunakan juga pada distribusi RHEL dan CentOS. SELinux pun
terus dikembangkan, hingga saat ini masih digunakan pada distibusi Fedora,
RHEL, dan CentOS.
SELinux mengikuti aturan
untuk membuat priviledge paling rendah dengan demikian menekankan keamanan,
kemudian baru dilanjutkan dengan serangkaian aturan exception. SELinux memiliki
3 mode dalam penggunaannya antara lain sebagai berikut.
- Enforcing. Merupakan
konfigurasi keamanan yang paling ketat.
- Permissive. Merupakan konfigurasi keamanan yang sedikit longgar, tetapi akan melakukan login untuk tindakan jika berjalan dalam mode enforcing kembali.
- Disabled. Konfigurasi yang tidak mengaktifkan SELinux.
Security Management pada NOS
(Network Operating System)
1. Intrusion Detection
System
IDS (Intrusion
Detection System) adalah sebuah sistem yang melakukan pengawasan terhadap
traffic jaringan dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang mencurigakan di
dalam sebuah sistem jaringan. Jika ditemukan kegiatan-kegiatan
yang mencurigakan berhubungan dengan traffic jaringan maka IDS
akan memberikan peringatan kepada sistem atau administrator jaringan. Dalam
banyak kasus IDS juga merespon terhadap traffic yang tidak
normal/ anomali melalui aksi pemblokiran seorang user atau alamat IP (Internet
Protocol) sumber dari usaha pengaksesan jaringan.
2. Akses Kontrol
Sebuah network operating
system yang baik harus dapat menyediakan akses control yang
baik dan jelas kepada para peggunanya. Akses control ini
sangat penting karena tidak semua pengguna memiliki akses yang sama terhadap
apa yang ada di dalam sistem sehingga perlu adanya sebuah regulasi yang
mengatur hak akses seorang pengguna
3. Keamanan di Level Fisik
Keberadaan sebuah
perangkat keras jaringan juga tidak kalah penting dalam menjaga keamanan yang
ada pada sebuah jaringan. Perangkat keras yang dimiliki haruslah berada pada
sebuah ruangan yang memiliki suhu ideal sehingga perangkat seperti server tidak
mudah untuk mengalami gejalan overheating. Tempat keberadaan perangkat keras
ini juga perlu diperhatikan orang yang memasukinya untuk mencegah terjadinya
hal yang tidak diinginkan.
4. Risk Management atau IT
Risk Management
Setiap kegiatan manusia
pastinya memiliki suatu resiko. Tidak terkecuali juga dengan jaringan beserta
sistem operasinya. Manajemen resiko yang baik diperlukan untuk mengantisipasi
terjadi kemungkinan resiko yang ada sehingga kerugian dapat diminimalisirkan.
ISO 31000 adalah suatu standar implementasi manajemen risiko yang diterbitkan
oleh International Organization for Standardization pada tanggal 13 November
2009. Standar ini ditujukan untuk dapat diterapkan dan disesuaikan untuk semua
jenis organisasi dengan memberikan struktur dan pedoman yang berlaku generik
terhadap semua operasi yang terkait dengan manajemen risiko.
5. Sumber Kode dan
Keterbukaan Kode
Umumnya network operating
system yang banyak digunakan saat ini akan berbasis open source. Hal ini
bukanlah tanpa sebuah alasan. Kebanyakan network operating system berbasis open
source akan memiliki sebuah komunitas yang sangat besar. Komunitas ini biasanya
akan membantu untuk berkontibusi dalam membuat sistem operasi tersebut menjadi
lebih baik dengan adanya pembaruan secara terus menerus. Pembaruan keamanan ini
seringkali melebihi apa yang ditawarkan dari produk milik korporasi besar
seperti Microsoft.
6. Simulasi Penyerangan
Berbasis Honeynet dan Honeypot
Honeypot sendiri
ditujukan untuk mendeteksi serangan yang dilakukan oleh hacker dengan mengecoh
hacker tersebut dengan fasilitas server bohongan. Sedangkan honeynet merupakan
sebuah arsitektur yang terdiri dari beberapa honeypot yang digunakan untuk
merekam aktivitas hacker sehingga bisa digunakan sebagai bahan acuan agar
meminimalisir terjadinya serangan yang serupa. Baik Honeynet dan honeypot
sangat dianjurkan untuk digunakan karena selain dapat mencegah hacker untuk
melakukan serangan, pengguna juga bisa melacak kegiatan hacker sehingga apabila
dibutuhkan bisa dijadikan dasar untuk melaporkan ke hokum atau juga bisa
digunakan sebagai referensi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
REFERENSI
[1]
Materi pertemuan ke-10 oleh dosen I Putu
Agus Eka Pratama, S.T, M.T.



Komentar
Posting Komentar