NOS dan Cloud Computing
Nama : I
Made Agus Guna Saputra
NIM : 1805551076
Nama
Mata Kuliah : Network Operating System
Nama Dosen : I Putu Agus Eka Pratama,
S.T., M.T
Jurusan : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Universitas Udayana
Cloud Computing
Cloud
computing atau secara kata bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dapat
berbunyi “Komputasi Awan”,adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet. Cloud computing
adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi
secara online lokal (LAN) maupun global (internet) dimana terdapat beragam
aplikasi maupun data dan media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan
secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para
pengguna yang beragam – mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna
korporasi atau perusahaan.
Cloud adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di
dalam diagram jaringan komputer. Sebagaimna awan dalam diagram jaringan
komputer tersebut, Cloud Computing juga merupakan abstraksi
dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda
komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai
suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat
Internet (“di dalam awan”) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli
dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang
membantunya.
Model Deployment Cloud Computing
Terdapat 4 model deployment yang terdapat pada Cloud Computing. Berikut ini merupakan penjabaran dari ke-4 model tersebut.
1. Public
Cloud.
Merupakan layanan cloud dapat diakses oleh siapa saja
(Public). Layanan Public Cloud ada yang berbayar dan ada yang gratis. Pengguna
Public Cloud pada umumnya adalah masyarakat umum. Kelebihan menggunakan Public
Cloud, pengguna tidak perlu pusing memikirkan biaya investasi, penyediaan
infrastruktur dan sumber daya manusia agar layanan bisa terus berjalan. Data
juga dapat mudah disimpan dan diakses selama terkonkesi dengan internet.
Kekurangannya memerlukan akses internet yang memadai dan sangat bergantung
dengan penyedia layanan.
2. Private
Cloud.
Merupakan
layanan cloud hanya dapat diakses oleh orang/organisasi tertentu saja
(Private). Model ini banyak diterapkan pada lingkungan pendidikan atau
perusahaan. Kelebihan paling utama dari Private Cloud adalah kerahasiaan data.
Jika Private Cloud ini diimplementasikan pada jaringan intranet maka dapat
menghemat biaya dan aksespun lebih cepat.
Kekurangannya memerlukan biaya
investasi infrastruktur dan sumber daya manusia.
3. Community
Cloud.
Merupakan
layanan cloud yang dikembangkan oleh komunitas yang memiliki kepentingan atau
tujuan yang sama. Misalnya komunitas atau asosiasi perguruan tinggi di
Indonesia membangun layanan cloud yang berisi data dan aplikasi untuk lingkungan
pendidikan.
4. Hybrid
Cloud.
Merupakan
layanan cloud yang merupakan gabungan dari Private Cloud, Public Cloud,
dan/atau Community Cloud. Misalnya sebuah perusahaan menggunakan gabungan
Private dan Public Cloud, aplikasi dan data-data yang tidak rahasia atau
ditujukan untuk konsumen ditempatkan pada Public Cloud sementara untuk aplikasi
dan data yang sangat sensitif ditempatkan pada Private Cloud.
Model Layanan Cloud Computing
Berdasarkan jenis layanannya cloud computing dibagi menjadi 3 (tiga)
macam. Berikut penjabarannya.
1. Software as a Service (SaaS)
Layanan
yang menyediakan aplikasi jadi / siap pakai kepada End user. Ciri dari layanan
ini adalah user tidak perlu membuat aplikasi, tidak perlu menyiapkan tempat dan
juga infrastruktur.
Contoh
SaaS adalah gmail, ymail, facebook, twitter, dropbox. atau yang berbayar
seperti salesforce, office365, dsb.
2. Platform as a Service (PaaS)
Merupakan
layanan cloud computing yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat
digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi yang hanya dapat berjalan di atas
platform tersebut. Layanan yang satu ini jika kita analogikan dimana kita
menyewa sebuah “rumah” berikut dengan lingkungannya (sistem operasi, network,
database, engine, framework aplkasi, dll). Dimana berfungsi untuk menjalankan
aplikasi yang ingin kita buat. Layanan Platform as a Services atau PaaS ini
juga memiliki keterbatasan dimana pengguna tidak memiliki kendali terhadap
sumber daya memory, storage, processing power dan sumber daya lainnya. Pionir
layanan PaaS adalah Google AppEngine yang menyediakan aplikasi di atas platform
Google dengan bahasa pemrograman Python dan Django. Contoh dari layanan PaaS sendiri,
yaitu sebagai berikut.
- Salesforce melalui Force.com.
- Amazon Web Service (AWS)
- Windows Azure
3. Infrastructure as a Service (IaaS)
Layanan
yang menyewakan infrastruktur IT kepada user yang ingin membangun layanan
cloud. Infrastruktur disini bersifat fisik, bisa berupa memory, penyimpanan,
server, jaringan, dsb. Hal-hal seperti membuat aplikasi dan konfigurasinya
diserahkan kepada user. Cloud provider hanya menyediakan infrastruktur
berdasarkan request dari user. Ciri layanan ini adalah jika user ingin
mengupgrade memory atau menambah server, user tinggal menghubungi provider
kemudian provider akan menyediakan sesuai dengan permintaan.
Contoh
IaaS adalah Amazon EC2, Rackspace cloud.
Manfaat Cloud
Computing
1. Media Penyimpanan Terpusat pada Server
Teknologi
Cloud Computing memudahkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di
satu server sesuai layanan yang sudah di sediakan oleh Cloud Computing. Selain
itu, dari segi infrastruktur pengguna tidak tidak perlu lagi menyediakannya
seperti data center, media penyimpanan, sudah tersedia secara virtual oleh
Cloud Computing.
2.
Keamanan Data
Dalam
penerapan teknologi Cloud Computing penyedia Cloud Computing telah menyediakan
jaminan data sehingga data tidak mudah corrupt atau rusak , platform teknologi,
jaminan ISO. Tentunya dengan Cloud Computing akan membuat data dan informasi
Anda bisa lebih aman terjaga dibandingkan metode konventional yang digunakan
oleh kebanyakan orang saat ini.
3.
Lebih Murah dan Tahan Lama
Cloud
Computing tidak memerlukan media penyimpanan storage pada hard disk eksternal
karena sudah ada media penyimpanan terpusat pada server. Karena semua produk
hardware atau fisik memiliki masa pemakaian dan setelah masa pemakaian tersebut
biasanya akan terjadi beberapa kerusakan dan berfungsi tidak optimal dan sering
terjadi error.
REFERENSI
[1] Materi pertemuan ke-11 oleh dosen I Putu Agus
Eka Pratama, S.T, M.T.



Komentar
Posting Komentar